Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Ivana Putri

TEORI DASAR PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMATIKA KOMPUTER (TIK)

 Visiuniversal--- Teori dan dasar pembelajaran Berbasis Teknologi Informatika Komputer (TIK)

TEORI DAN DASAR PEMBELAJARAN
BERBASIS TIK





Kata teknologi sendiri secara
harfiah berasal dari bahasa Latin ”texere” yang berarti menyusun atau
membangun. Sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan
mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari.



Sementara istilah Komunikasi
awalnya bersumber dari bahasa Latin communis yang artinya sama, berkembang
menjadi communicatio, artinya pemberitahuan atau pertukaran pikiran. Istilah
itu kemudian diadopsi dalam bahasa Inggris communication, diartikan hubungan.
Selanjutnya dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah komunikasi.



Pengertian bebas dari komunikasi
adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada
pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya,
komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti
oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti
oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik
badan atau body language, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi
dengan bahasa nonverbal sebagaimana biasa.



Menurut Laswell (1979) agar
komunikasi bisa berlangsung dengan baik harus memiliki komponen-komponen dan
proses komunikasi berikut :



1)    Komunikator adalah pihak yang mengirimkan
pesan.



2)    Pesan adalah isi/maksud yang akan
disampaikan melalui suatu media/saluran, secara langsung  maupun tidak langsung, berupa informasi dalam
bentuk bahasa atau simbol yang dipahami kedua pihak



3)    Saluran adalah media dimana pesan
disampaikan kepada komunikan. Dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka)
saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara. Contohnya
berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya



4)    Komunikan adalah pihak yang menerima pesan
dari pihak lain. Komunikan menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan
isi pesan yang diterimanya.



5)    Umpan balik (feedback) adalah tanggapan
dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Komunikasi memberikan
umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya,
apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim



 




Teknologi pembelajaran
memanfaatkan media komunikasi yang berbasis teknologi komunikasi yaitu radio,
televisi, komputer, internet, smartphone dan sejenisnya.



Kontribusi atau dukungan teori
dan teknologi komunikasi dalam teknologi pembelajaran yaitu adanya berbagai
model pembelajaran altenatif yang inovatif berbasis teknologi komunikasi untuk
memecahkan masalah belajar dan pembelajaran. Misalnya, penggunaan buku, film,
siaran radio, siaran TV, blog, social media dan lain sebagainya. Dalam upaya
pemanfaatan teknologi komunikasi untuk memperluasan dan pemerataan akses
pendidikan serta untuk menunjang peningkatan kualitas preoses pembelajaran.



Teknologi komunikasi di Indonesia
mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah, terbukti dengan adanya
undang undang yang mengatur tentang telekomunikasi yaitu UU. No. 36 tahun 1999.
Bobot misi telekomunikasi/ telematika tertuang pada pasal 3 yang berbunyi :



    ”Telekomunikasi diselenggarakan dengan
tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan
kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung
kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antar
bangsa”



Dari bunyi pasal 3 di atas
telekomunikasi yang merupakan bagian dari teknologi komunikasi mempunyai
peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, karena
dapat menjadi alat pemersatu bangsa dan masuk ke berbagai ranah kehidupan.  Setiap teknologi dibangun atas dasar suatu
teori tertentu. Demikian pula teknologi pembelajaran, dibangun atas dasar
prinsip-prinsip yang ditarik dari teori dan teknologi informasi. Beberapa dari
teori itu adalah :



 a. 
Teori Shannon dan Weaver (1949)



Teori ini merupakan teori
matematis dalam komunikasi, karena bersifat linear dengan arah yang tertentu
dan tetap yaitu dari sumber (komunikator) kepada penerima (komunikan). Salah
satu unsur dalam teori ini adanya sumber gangguan (noise) yang senantiasa ada
dalam setiap situasi.



 Model ini lebih sesuai diterapkan pada kajian
komunikasi massa, hal ini disebabkan latar belakang Shannon dan Weaver yang
merupakan insinyur yang bekerja untuk laboratorium telephone Bell di Amerika
Serikat. Tujuan mereka adalah untuk memastikan “the maximum efficiency” dari
kabel telephone dan gelombang radio. Mereka mengembangkan sebuah model
komunikasi yang ditujukan untuk membantu mengembangkan sebuah teori matematis
dari komunikasi (Chandler).



Model ini terdiri dari enam
elemen yaitu :



 



    Information Source adalah yang memproduksi
pesan



    Transmitter yang menyandikan pesan dalam
bentuk sinyal



    Channel adalah saluran pesan



    Receiver adalah pihak yang
menguraikan/mengkonstruksikan pesan dari sinyal



    Destination adalah dimana pesan sampai



    Noise adalah segala macam gangguan yang
mempengaruhi pesan sehingga menyebabkan sinyal yang berbeda dari yang
dikirimkan (sifatnya disfungsional ).



 b. 
Teori Komunikasi Berlo (1960)



Teori Berlo merupakan pendekatan
pembaharuan karena implikasinya dalam teknologi pendidikan menyebabkan
dimasukkannnya orang dan bahan sebagai sumber yang merupakan bagian integral
dari  Teknologi Pendidikan.  Isi pesan beserta struktur dan penggarapannya
juga merupakan bagian dari teknologi pendidikan. Segala bentuk pesan (lambang,
verbal, taktil serta ujud nyata merupakan keseluruhan proses komunikasi, dan
dengan demikian juga merupakan bagian dari Teknologi Pendidikan.



 c. Teori Rogers dan Kincaid (1981)



Teori ini disebut juga teori
konvergensi, dimana dalam teori ini tidak membedakan antara sumber dan penerima
karena peran itu dapat berlangsung secara bersamaan pada seseorang dalam suatu
konteks komunikasi. Teori ini juga menegaskan bahwa komunikasi berlangsung
tanpa awal dan tanpa akhir, sepanjang manusia sadar akan diri dan
lingkungannya. Teori ini membawa pengaruh dalam perkembangan berbagai
kecendrungan pendidikan, dan kesemuanya merupakan landasan strategi dalam
perkembangan teknologi pendidikan,  diantaranya
;



Pendidikan seumur hidup yang
berlangsung sepanjang orang sadar akan diri dan lingkungannya.



Pendidikan gerak cepat dan tepat,
mengacu pada kemampuan untuk hidup di masyarakat



Pendidikan yang mudah dicerna dan
diresapi



Pendidikan yang menarik perhatian
dengan cara penyajian yang bervariasi dan merangsang sebanyak mungkin indra



Pendidikan yang menyebar baik
pelayanan maupun peranannya



 



 d. Teori 
Wilbur Schramm (1977)



Salah satu unsur  yang dalam proses komunikasi yang sangat
menonjol peranannnya bagi Teknologi Pendidikan adalah media. Schramm merupakan
seorang ahli komunikasi yang paling vocal dalam usahanya mengaplikasikan teori,
model, dan hasil penelitian tentang media ke dalam bidang pendidikan yang
merupakan garapan Teknologi Pendidikan.



Hasil kesimpulan teori Schramm
dalam hubungannnya dengan pendidikan yaitu :



Orang dapat belajar dengan media



Penentuan media yang sebaiknya
merupakan resultante dari analisis tugas belajar, analisis media itu sendiri
dan analisis pembedaan individu diantara para pembelajar.



Sistem simbolik digital pada
media sangat berguna dalam mempelajari keterampilan intelektual dasar, jika
dikombinasikan dengan symbol iconic, dapat melaksanakan hampir seluruh apa yang
harus dilakukan dalam pembelajaran.



Kode iconic ( gambar, diagram,
dll) sangat efektif untuk menarik minat, mengingat kembali unsur-unsur yang
telah tersimpan dalam proses belajar, dalam presentasi stimulus utama dan
mendorong terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari
ke hal-hal baru.



Proyek pembaharuan pendidikan
nasional dengan menggunakan media komunikasi mampu membawa perubahan penting,
memperluas kesempatan belajar, dan memberikan sumbangan dalam peningkatan mutu
pendidikan



Penggunaan media pembelajaran
sebagai suplemen dalam proses pembelajaran dikelas, akan efektif dan lebih
mudah diterima oleh pengajar dan peserta didik dikelas.



Pembelajaran jarak jauh yang
didukung dengan media yang tepat dapat berlangsung dengan baik.



System pembelajaran yang
diciptakan di sekeliling media siaran, dapat mempunyai keuntungan ekonomis
untuk kelanjutan dan perluasan kesempatan pendidikan.



Teknologi Komunikasi telah
memberikan dua dampak yang sangat besar artinya dalam pola pembangunan, yaitu
percepatan sejarah dan mobilisasi lingkungan (Daniel Lerner, 1976, dikutif oleh
Yusufhadi Miarso, 2004). Dampak dari teknologi komunikasi yaitu terjadinya
perubahan pada tingkah laku individual yang meliputi pengetahuan, sikap, atau
tindakan yang terjadi sebagai akibat dari penyampaian pesan komunikasi (Rogers,
1986).



 



Menurut Eric Ashby (1972)
teknologi komunikasi telah menimbulkan revolusi yang keempat. Revolusi pertama
tugas mendidik para muda beralih dari orang tua ke guru. Revolusi kedua terjadi
dengan dipergunakannya bahasa tulisan sebagai sarana pendidikan. Revolusi
ketiga berlangsung dengan ditemukannya teknik percetakan yang memungkinkan
tersedianya buku secara meluas. Revolusi keempat ditandai dengan perkembangan
elektronik terutama dalam bentuk radio, televisi, pita rekaman, dan komputer.
Perkembangan teknologi komunikasi seperti Internet telah mengarahkan sejarah
teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan pada
dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa)
dengan menggunakan internet sebagai media.



Layanan online ini dapat terdiri
dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test
masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian,
penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan
teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal
waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.



Dengan media internet sangat
dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk
real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan
misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real
video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing
list, discussion group, newsgroup, social media dan buletin board.



Dengan cara diatas interaksi
dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%.
Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga
diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk
presentasi di web dan dapat di download oleh siswa.



Demikian pula dengan ujian dan
kuis yang dibuat oleh guru/dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama.
Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses
registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.



Kini dengan pendidikan online
lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan
komputer sendiri.  Media teknologi
komunikasi ini rupanya telah meluas dipakai diberbagai sekolah tidak hanya di
kota-kota besar akan tetapi juga di daerah-daerah.



Secara umum keuntungan teknologi
komunikasi dalam bidang pendidikan, yaitu:



Kemudahan mengakses berbagai
informasi



Memperkaya program pembelajaran



Mengurangi/meminimalisasi biaya



Mengurangi waktu, sehingga dapat
meningkatkan produktivitas



Mempermudah penjadwalan



Dapat mendatangkan keuntungan.



Dengan demikian aplikasi
teknologi komunikasi dalam pembelajaran dewasa ini mutlak diperlukan



Dalam kehidupan sekarang dan di
masa yang akan datang, sebenarnya bila kita tetap berpegang teguh pada sistem
konvensional sedangkan tuntutan pendidikan itu makin bertambah, maka tidaklah
mungkin guru mampu melaksanakan tugasnya sebagaimana dibebankan ke pundaknya.



Maka dengan adanya media
instruksional ini bisa jadi beban guru terbantu. Kemudian, menjadi pemikiran
kita pula dengan adanya lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengadaan media
yang diperlukan, maka mau tak mau sekolah-sekolah yang ada harus pula mempunyai
semacam “ruang media”.



Sekolah harus punya websitenya
sendiri di Internet, punya blog dan juga social media. Ini merupakan
konsekuensi logis, sebab saat sekarang dan masa yang akan datang, peran media
instruksional ini akan bergulir seiring bersama dengan tatap muka dalam
mengembangkan dunia pendidikan. Konsekuensi yang akan terjadi adalah pergeseran
nilai-nilai kuliah yang tadinya sangat rigid dan harus diambil di universitas
lokal menjadi terbuka untuk diambil dari universitas lain di dunia.



Pertanyaan yang bisa mengemuka
lebih lanjut, bagaimana meminimalkan dampak negatif dari teknologi komunikasi
itu sendiri? Menjawab pertanyaan ini kata yang paling tepat adalah bangkitnya
tanggung jawab moral dalam pengunaan teknologi komunikasi. Kebangkitan tanggung
jawab moral dimungkinkan oleh tiga hal yaitu :



 



1)        Kesadaran yang terus-menerus akan sifat
dan ciri teknologi komunikasi itu sendiri.



Teknologi hanyalah alat, bukan
menjadi tuan bagi manusia. Sebagai alat ia memiliki keterbatasan. Justru karena
keterbatasan itulah kepedulian terhadapnya sangat diperlukan. Kesadaran yang
besar di kalangan orang-orang yang dekat dan bersentuhan dengan penggunaan
teknologi akan mampu mengurangi dampak destruktif dari teknologi bagi
keselamatan manusia yang menggunakannya.



 



 



 



2)        Tanggung jawab moral juga terungkap
dalam hal maksimalisasi hasil pekerjaan.



Orang yang bertanggung jawab
adalah orang yang mampu bekerja secara maksimal dan konsisten dengan aturan
yang sudah ditetapkan.



3)        Dampak dalam penggunaan teknologi
komunikasi.



Tanggung jawab moral dalam
penggunaan teknologi komunikasi tidak saja pada perawatan terus menerus dan
maksimalisasi kegunaannya, tetapi juga pada dampak negatif yang diakibatkan
dalam penggunaannya.



Eric Ashby membagi Revolusi
Pendidikan dalam 5 tahap.



1. Revolusi pertama



Revolusi terjadi ketika orang
menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru baik itu di padepokan,
paguron, pesantren dan sekolah.



2. Revolusi kedua



Revolusi terjadi ketika
digunakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Melalui tulisan ini dapat
membuka akses yang sangat luas, sehingga informasi dapat disimpan dan dipanggil
kembali.



3. Revolusi ketiga



Hal ini terjadi ketika mesin
cetak ditemukan sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media
cetak, seperti buku teks, modul, majalah, dan lain-lain.



4. Revolusi keempat



Revolusi ini terjadi ketika
digunakannya perangkat elektronik dalam kegiatan pembelajaran, seperti radio,
tape recorder, dan TV untuk pemerataan dan perluasan pendidikan.



5. Revolusi kelima



Masa ini dimulai sejak
digunakannya Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK) dalam kegiatan
pembelajaran, khususnya teknologi komputer dan internet untuk kepentingan
peningkatan kegiatan pembelajaran.



Sumber :



Rusman,Deny Kurniawan, Cepi
Riyana. Pembelajaran berbasis TIK. 2011. Rajawali Press : Jakarta.




Posting Komentar untuk "TEORI DASAR PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMATIKA KOMPUTER (TIK)"

Sponsored by: iklanvideo.io